MURIANETWORK.COM - Tiga remaja tewas dalam kecelakaan lalu lintas tragis di Jalur Pantura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (10/2/2026) sore. Insiden yang melibatkan sebuah sepeda motor dan truk ini terjadi di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, dan menewaskan ketiga korban yang masih berusia belasan tahun di tempat kejadian.
Kronologi Insiden di Jalur Pantura
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat seorang remaja berinisial MH (13) mengendarai motor dengan pelat N 2585 SE. Ia membonceng dua temannya, DMP (16) dan ASM (15), melintas dari arah timur ke barat. Saat hendak menyalip sebuah truk di depannya, motor yang dikendarai korban diduga terlalu melintas ke sisi kanan jalan. Akibatnya, terjadi persenggolan yang membuat kendaraan ringan itu oleng dan terperosok masuk ke kolong truk yang sedang didahului.
Dampak tabrakan itu sangat fatal. Ketiga remaja tersebut dilaporkan tidak mengenakan helm pengaman saat kejadian. Mereka mengalami luka parah, terutama di bagian kepala, akibat tertindas kendaraan berat itu.
Evakuasi dan Penanganan Awal
Suasana mencekam langsung menyelimuti lokasi kejadian. Warga setempat yang menyaksikan segera berkerumun dan berusaha membantu. Dengan sigap, mereka bersama petugas kepolisian yang tiba di lokasi melakukan evakuasi. Ketiga korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut, meski nyawa mereka tak tertolong.
Sementara itu, sopir truk yang terlibat, Abdul Mutalib (48), warga Banyuwangi, telah diamankan oleh pihak berwajib. Pengemudi tersebut menjalani proses pemeriksaan untuk dimintai keterangan lengkap guna mengungkap penyebab pasti musibah ini.
Imbauan Kepolisian untuk Orang Tua
Insiden memilukan ini kembali menyoroti tingginya risiko anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Judhira Z, menyampaikan imbauan khusus kepada para orang tua.
“Kami berharap orang tua lebih peduli terhadap putra-putrinya, terutama yang masih di bawah umur, agar tidak mengendarai kendaraan di jalan raya,” tegasnya.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Jalan Pantura dikenal sebagai jalur nasional dengan arus lalu lintas padat, didominasi kendaraan besar berkecepatan tinggi. Kombinasi antara ketidakmatangan pengendara remaja, kurangnya perlengkapan keselamatan, dan kondisi jalan yang menantang seringkali berujung pada musibah. Peristiwa di Sukodadi ini menjadi pengingat pahit betapa pentingnya pengawasan dan edukasi keselamatan berkendara sejak dini dalam lingkungan keluarga.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan
Kapolri Tegaskan Polri Pantau dan Tangani Praktik Saham Gorengan
KPK Amankan USD 50 Ribu dalam Penggeledahan Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok
BMKG Makassar Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Rabu Depan