IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan

- Selasa, 10 Februari 2026 | 22:00 WIB
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan

MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan terbaru, ditutup naik 1,24% ke level 8.131. Penguatan ini didorong oleh peningkatan volume pembelian dan sekaligus menutup area gap yang sebelumnya terbentang di rentang 8.025 hingga 8.102. Analis dari MNC Sekuritas melihat ruang bagi indeks untuk melanjutkan tren positif, meski tetap mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Analisis Teknikal dan Skenario Pergerakan IHSG

Dari kacamata analisis teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal yang cukup optimis. Skenario utama yang diidentifikasi menunjukkan indeks berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) menuju area target 8.264 hingga 8.440. Pencapaian level ini akan menjadi penanda kekuatan momentum bullish yang lebih berkelanjutan.

Namun, pasar selalu memiliki dua sisi. Sebagai skenario alternatif, analis juga memetakan kemungkinan IHSG mengalami fase koreksi terlebih dahulu. Koreksi ini, jika terjadi, diperkirakan akan membawa indeks ke area support 7.922–8.006 untuk menyempurnakan pola pergerakannya.

Secara lebih luas, level support kunci IHSG berada di 7.712 dan 7.547. Sementara itu, resistance yang perlu diperhatikan berada di level 8.214 dan 8.354. Pemantauan terhadap level-level ini menjadi penting untuk mengukur kekuatan tren dan antisipasi perubahan arah.

Rekomendasi Saham untuk Dicermati

Menyertai analisis indeks, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah saham yang layak mendapat perhatian lebih dari investor, berdasarkan analisis teknikal mendalam. Rekomendasi ini menekankan timing entry yang spesifik, seperti membeli saat pelemahan (buy on weakness) atau untuk posisi spekulatif (speculative buy), dengan target dan batas kerugian (stop loss) yang jelas.

AMMN – Buy on Weakness

Saham AMMN tercatat menguat 3,03% ke level 7.650, didominasi oleh tekanan beli yang konsisten. Pergerakannya telah berhasil menembus kluster rata-rata bergerak (MA) 20 dan 200 hari, mengindikasikan momentum positif.

Analis memperkirakan saham ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.

"Buy on weakness dapat dipertimbangkan di rentang 7.275–7.500 dengan target 7.875 dan 8.225. Stop loss disarankan di bawah level 7.175," jelas tim analis.

BBYB – Speculative Buy

BBYB menunjukkan kinerja cukup kuat dengan kenaikan 4,42% ke harga 378, didukung volume pembelian yang solid. Kunci pergerakannya terletak pada kemampuan bertahan di atas level 356.

Posisi saham ini diperkirakan sedang membentuk wave [iv] dari wave C.

"Untuk posisi spekulatif, entry dapat di area 364–372. Target pergerakan berada di 384 dan 436, dengan stop loss jika harga menembus di bawah 356," ungkapnya.

RAJA – Buy on Weakness

RAJA menguat 3,13% menuju level 3.950, diiringi peningkatan aktivitas beli. Analisis teknikal mengindikasikan bahwa saham ini berpotensi berada di awal fase penguatan wave 1 dari wave (5).

"Rekomendasi adalah buy on weakness di kisaran 3.580–3.830. Target pergerakan di level 4.470 dan 5.200, dengan batas stop loss di bawah 3.470," tutur analis.

RMKE – Buy on Weakness

Meski volume belinya mengecil, RMKE masih berhasil menguat 1,21% ke 4.180 dan didominasi oleh sentimen beli. Pergerakan ini diperkirakan sebagai awal dari pembentukan wave (A) dari wave [B].

"Buy on weakness bisa menjadi opsi di rentang 3.980–4.130. Target yang dapat dituju adalah 4.560 dan 5.075. Investor disarankan menempatkan stop loss di bawah level 3.720," lanjut penjelasan riset tersebut.

Perlu diingat, seluruh rekomendasi di atas murni bersifat teknikal dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual. Setiap keputusan investasi mengandung risiko dan menjadi tanggung jawab penuh masing-masing investor. Melakukan penelitian mandiri dan konsultasi dengan profesional keuangan sangat dianjurkan sebelum mengambil tindakan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar