Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi

- Sabtu, 11 April 2026 | 20:20 WIB
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi

tuturnya lagi. Desakan ini muncul karena harga acuan yang dipakai saat ini masih merujuk pada kondisi tahun lalu jauh dari realitas di lapangan sekarang.

Namun begitu, persoalan tak berhenti di situ. Gapensi menuntut adanya keadilan dalam pembagian kue proyek konstruksi berskala nasional. Mereka menilai, penggunaan skema swakelola dalam skala besar justru berisiko. Peluang bagi kontraktor swasta bisa makin menyempit.

Maka, selain penyesuaian harga, para pengusaha ini mendorong pemerataan. Distribusi proyek antara BUMN dan swasta nasional harus lebih seimbang. Keterlibatan pelaku usaha daerah juga perlu diperluas. Tujuannya jelas: membangun ekosistem konstruksi yang lebih inklusif dan tentu saja, berkelanjutan.

“Kami berharap proyek-proyek besar juga dapat melibatkan swasta nasional, sehingga tidak terjadi ketimpangan dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke daerah,”

tegas La Ode.

Jadi, intinya sederhana. Di tengah gejolak harga global, dunia konstruksi dalam negeri butuh kepastian dan keadilan. Tanpa itu, bukan cuma proyek yang terancam, tapi juga denyut perekonomian di daerah-daerah.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar