Keir Starmer, sang Perdana Menteri Inggris, akhirnya mendarat di Beijing. Tujuannya jelas: berjumpa dengan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan tingkat tinggi ini dinilai banyak kalangan sebagai upaya serius untuk mencairkan hubungan kedua negara yang sudah lama terasa dingin dan tegang.
Ini bukan kunjungan biasa. Faktanya, ini adalah pertama kalinya seorang perdana menteri Inggris menginjakkan kaki di China sejak tahun 2018. Menariknya, kunjungan Starmer ini seolah jadi bagian dari tren belakangan ini, di mana sejumlah pemimpin Barat ramai-ramai mendekati Beijing. Gelombang diplomasi ini, tentu saja, sedikit banyak menggeser fokus dari Washington yang kebijakannya kerap dianggap kurang bisa ditebak.
“Akan menjadi perjalanan yang sangat penting bagi kami,” ujar Starmer sebelum berangkat.
Ia menegaskan bahwa ada peluang besar untuk memperdalam hubungan bilateral. Namun begitu, sang pemimpin juga tak lupa menyelipkan catatan kritis. “Tidak masuk akal untuk mengubur kepala kita di pasir ketika menyangkut China. Ini demi kepentingan kita untuk tetap terlibat, tapi tanpa sedikitpun kompromi soal keamanan nasional,” tambahnya tegas.
Menurut rencana, Starmer akan bertemu Presiden Xi Jinping untuk makan siang pada Kamis besok. Pertemuan itu kemudian akan dilanjutkan dengan pembicaraan dengan Perdana Menteri Li Qiang. Tak cuma di China, agenda perjalanan Starmer juga termasuk Jepang, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Dari sisi China, nada yang ditawarkan tampak positif. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, dalam konferensi pers Rabu lalu menyatakan kesediaan Beijing. “China bersedia menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan saling kepercayaan politik,” katanya.
Di London, pihak Downing Street menyambut baik momentum ini. Mereka melihatnya sebagai peluang emas untuk mendongkrak kerja sama perdagangan dan investasi. Tapi di sisi lain, isu-isu pelik seperti hak asasi manusia dan tentu saja keamanan nasional, tetap akan dibawa ke meja perundingan. Semuanya berharap pertemuan ini bisa membuka babak baru, yang lebih konstruktif, dalam hubungan kedua negara.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi