Keir Starmer, sang Perdana Menteri Inggris, akhirnya mendarat di Beijing. Tujuannya jelas: berjumpa dengan Presiden China, Xi Jinping. Pertemuan tingkat tinggi ini dinilai banyak kalangan sebagai upaya serius untuk mencairkan hubungan kedua negara yang sudah lama terasa dingin dan tegang.
Ini bukan kunjungan biasa. Faktanya, ini adalah pertama kalinya seorang perdana menteri Inggris menginjakkan kaki di China sejak tahun 2018. Menariknya, kunjungan Starmer ini seolah jadi bagian dari tren belakangan ini, di mana sejumlah pemimpin Barat ramai-ramai mendekati Beijing. Gelombang diplomasi ini, tentu saja, sedikit banyak menggeser fokus dari Washington yang kebijakannya kerap dianggap kurang bisa ditebak.
“Akan menjadi perjalanan yang sangat penting bagi kami,” ujar Starmer sebelum berangkat.
Ia menegaskan bahwa ada peluang besar untuk memperdalam hubungan bilateral. Namun begitu, sang pemimpin juga tak lupa menyelipkan catatan kritis. “Tidak masuk akal untuk mengubur kepala kita di pasir ketika menyangkut China. Ini demi kepentingan kita untuk tetap terlibat, tapi tanpa sedikitpun kompromi soal keamanan nasional,” tambahnya tegas.
Artikel Terkait
Prabowo Restui Langkah Darurat Selamatkan Sawah dari Gempuran Industri
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Warga Pagedangan Sambut Angin Segar
Paspampres Tegaskan Anggotanya Tepat Prosedur Saat Tegur Jurnalis di London
Trump Beri Ultimatum Akhir: Waktu Iran Hampir Habis