Menurut rencana, Starmer akan bertemu Presiden Xi Jinping untuk makan siang pada Kamis besok. Pertemuan itu kemudian akan dilanjutkan dengan pembicaraan dengan Perdana Menteri Li Qiang. Tak cuma di China, agenda perjalanan Starmer juga termasuk Jepang, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Dari sisi China, nada yang ditawarkan tampak positif. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, dalam konferensi pers Rabu lalu menyatakan kesediaan Beijing. “China bersedia menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan saling kepercayaan politik,” katanya.
Di London, pihak Downing Street menyambut baik momentum ini. Mereka melihatnya sebagai peluang emas untuk mendongkrak kerja sama perdagangan dan investasi. Tapi di sisi lain, isu-isu pelik seperti hak asasi manusia dan tentu saja keamanan nasional, tetap akan dibawa ke meja perundingan. Semuanya berharap pertemuan ini bisa membuka babak baru, yang lebih konstruktif, dalam hubungan kedua negara.
Artikel Terkait
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Solu Bolon Warnai HUT Toba, Bupati Ajak Masyarakat Bernostalgia
Polda Riau Musnahkan Ratusan Rakit dan Ungkap Puluhan Kasus Tambang Emas Ilegal
Kapolri Tinjau Inovasi Green Policing dan Teknologi RADAR di Riau