Konflik di Timur Tengah memang tak pernah sepi dari perkembangan baru. Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, baru-baru ini menyoroti satu hal yang menurutnya mulai tenggelam: isu Palestina. Di tengah eskalasi serius antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran beberapa pekan belakangan, Lavrov menilai masalah Palestina justru terperosok dalam "krisis mendalam".
Menurutnya, perhatian dunia kini sepenuhnya tersedot oleh perang yang berkecamuk itu. Palestina, kata dia, jadi "dengan mudah terlupakan."
Pernyataan ini disampaikan Lavrov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Selasa lalu. Dia mengingatkan, sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari, pembicaraan tentang Timur Tengah masih banyak berkutat pada rencana pembentukan negara Palestina.
"Sekarang semua orang berbicara tentang krisis, konflik di Timur Tengah, tetapi mereka sama sekali tidak merujuk pada Palestina. Palestina dengan mudah terlupakan,"
ujar Lavrov tegas.
Dia tak tanggung-tanggung menyikapi fenomena ini. Sikap dunia internasional yang dianggapnya melupakan Palestina itu digambarkannya sebagai "pukulan paling serius terhadap reputasi komunitas internasional", dengan sorotan khusus pada PBB.
"Saya meyakini semua orang di sini, mungkin yang pertama dan terpenting, negara-negara di kawasan, negara-negara Arab, perlu mengakui tanggung jawab mereka. Dan kita akan siap untuk secara aktif mendukung pendekatan tersebut, sehingga PBB bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil,"
tambahnya.
Lalu, bagaimana dengan ketegangan AS-Israel-Iran yang sedang memanas itu? Lavrov punya pendapat jelas. Menghentikan permusuhan, bagi dia, adalah langkah mendesak yang harus jadi prioritas utama saat ini.
"Segala upaya harus dilakukan," cetus Lavrov, "untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam krisis ini menghentikan tindakan yang merusak infrastruktur sipil dan menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil."
Peringatannya jelas. Di balik hiruk-pikuk konflik baru, ada masalah lama yang belum terselesaikan dan justru kian terpuruk.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi