Jumat lalu (10/4), suasana di Aceh Tamiang terasa berbeda. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, hadir langsung untuk menyerahkan bantuan tahap kedua bagi warga yang terdampak bencana. Nilainya tak main-main: Rp76,68 miliar. Bantuan itu disalurkan tanpa menunggu waktu libur, begitu data penerima sudah lengkap dan valid.
“Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur selama datanya sudah ada, langsung kami salurkan,” tegas Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (11/4).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan dukungan maksimal kepada korban. Kementerian Sosial pun mendapat mandat khusus. Tugasnya berlapis, mulai dari penanganan darurat hingga fase pemulihan.
“Itu sudah selesai. Khusus untuk di Aceh Tamiang, nilai bantuan kami pada masa kedaruratan itu sekitar Rp6 miliar. Itu sudah selesai,” ujarnya.
Namun begitu, bantuan pemerintah tidak berhenti di situ. Gus Ipul menegaskan bahwa fokusnya juga pada pemulihan jangka panjang. Aspek hidup, hunian, ekonomi, bahkan perlindungan bagi ahli waris dan korban luka berat, semua diperhatikan. Seperti yang dilakukan hari itu di Aceh Tamiang.
Pada fase pemulihan ini, bentuk bantuannya lebih beragam. Ada santunan Rp15 juta untuk ahli waris setiap korban meninggal.
“Dan juga ada santunan (bagi) yang luka-luka berat sebesar Rp5 juta. Alhamdulillah, ini sebagian besar sudah bisa disalurkan,” jelas dia.
Lalu, bagaimana rincian bantuan tahap kedua yang nilainya hampir Rp77 miliar itu? Pertama, bantuan jaminan hidup untuk 20.908 jiwa, senilai Rp28,22 miliar. Kemudian, ada bantuan isi hunian senilai Rp17,82 miliar yang diperuntukkan bagi 5.941 kepala keluarga.
Artikel Terkait
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak
Gibran Soroti Kerugian Rp 9.000 Triliun Akibat Manipulasi Faktur Ekspor-Impor