Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan

- Sabtu, 11 April 2026 | 16:45 WIB
Lebaran Betawi 2026 Ramaikan Lapangan Banteng, Usung Tema Perkokoh Persatuan

Lapangan Banteng kembali ramai. Suara musik tradisional dan aroma makanan khas memenuhi udara, menandai gelaran Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung dari 10 hingga 12 April. Acara tahunan ini memang lebih dari sekadar pesta. Ia adalah ruang silaturahmi yang hidup, sekaligus upaya nyata untuk menjaga warisan budaya Betawi tetap relevan di tengah gemerlap ibu kota.

Memasuki hari kedua, Sabtu (11/4), kemeriahan tak kunjung surut. Lapangan dipadati pengunjung dari berbagai usia. Di sana-sini, pertunjukan menarik perhatian. Ada yang berhenti menyaksikan gerakan lincah pencak silat, ada pula yang berfoto dengan ondel-ondel yang warna-warni.

Namun begitu, bagi banyak orang, daya tarik utamanya justru ada di deretan tenda makanan. Kuliner autentik Betawi menjadi primadona. Seperti kerak telor, misalnya. Harganya bervariasi, mulai Rp25 ribu untuk telur ayam hingga Rp30 ribu untuk telur bebek.

“Ya, ini menu wajib sih. Ciri khas Betawi banget,” ujar seorang pengunjung sambil menunggu pesanannya matang.

Selain kerak telor, dodol Betawi juga tak kalah laris. Makanan manis ini seolah jadi pengingat akan rasa kebersamaan dan tradisi yang dibawa pulang ke rumah.

Di sisi lain, perhelatan kali ini punya pesan yang lebih dalam. Tema yang diusung adalah “Lebaran Betawi untuk Jakarta, Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”. Tema itu bukan sekadar slogan. Ia menegaskan satu hal: di balik wajah metropolitan yang terus berubah, Jakarta tetap berakar pada identitas budayanya. Tradisi bukanlah halangan untuk menjadi global, justru pondasinya.

Jadi, acara ini bukan cuma soal hiburan semata. Lebih dari itu, ia adalah pernyataan bahwa dalam ritme kota yang serba cepat, ada ruang untuk berhenti sejenak, bersilahturahmi, dan merayakan warisan yang membuat Jakarta tetap punya jiwa.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar