Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia

- Sabtu, 11 April 2026 | 12:50 WIB
Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia

Performanya yang solid di level klub pun membuka jalan menuju timnas. Dia termasuk salah satu pilar yang dipercaya membela Merah Putih, termasuk di ajang SEA Games 1979 yang digelar di SUGBK.

Sayangnya, perjalanan di final tak berakhir manis. Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1. Satu gol Mokhtar Dahari di menit ke-21 cukup memutus harapan juara saat itu. Kekecewaan pasti terasa, tapi itu bagian dari catatan perjalanan kariernya.

Setelah gantung sepatu di awal 80-an, Harhara tak benar-benar meninggalkan sepak bola. Dia beralih peran menjadi pelatih. Dan namanya tetap berkibar.

Salah satu prestasi kepelatihannya yang paling diingat adalah saat menangani PSMS Medan antara tahun 2003 hingga 2005. Di bawah asuhannya, PSMS bukan cuma jadi tim yang solid, tapi juga pencetak bakat-bakat nasional.

Beberapa nama yang diorbitkannya dari PSMS berhasil naik kelas ke Timnas Indonesia. Sebut saja Markus Horison, sang penjaga gawang andalan. Lalu ada juga Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, dan Saktiawan Sinaga. Mereka adalah bukti nyata mata tajam Sutan Harhara dalam melihat potensi pemain.

Kini, sang legenda telah pergi. Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namanya akan tetap dikenang, bukan hanya sebagai bek tangguh atau pelatih berprestasi, tapi sebagai bagian dari sejarah yang membentuk sepak bola kita.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar