Meski tak mau bicara banyak soal Rusia, Teddy sedikit menyelipkan konteks. Menurutnya, ada beberapa negara yang memang sudah terjalin kerja sama erat. Dia mengangkat contoh kunjungan presiden ke Jepang yang baru saja usai, di mana Menteri ESDM juga telah menyampaikan adanya kesepakatan di sektor minyak dengan negara tersebut.
Seperti diketahui, lawatan ke Jepang dan Korea Selatan itu sendiri membawa pulang hasil yang tidak main-main. Nilainya mencapai Rp575 triliun! Angka yang fantastis.
Di Tokyo, Prabowo bukan hanya bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi dan melakukan kunjungan kehormatan ke Kaisar Naruhito. Forum bisnis yang dihadirinya melahirkan komitmen senilai 23,63 miliar dolar AS, atau setara Rp401 triliun. Suasana saat itu digambarkan sangat positif dan penuh harapan.
Sementara di Seoul, atmosfernya tak kalah hangat. Prabowo dan PM Lee Jae Myung sepakat untuk mendorong kemitraan komprehensif ke level yang lebih tinggi. Kunjungan ini disebut-sebut sebagai momentum bersejarah. Tak cuma bicara level hubungan, di meja bisnis pun terjadi gebrakan. Ada penandatanganan puluhan nota kesepahaman, baik antar pemerintah maupun pelaku usaha, dengan nilai mencapai Rp174 triliun.
Jadi, kalau rencana ke Moskow benar-benar terealisasi, wajar jika publik menaruh ekspektasi tinggi. Apakah ini akan menjadi kelanjutan dari diplomasi ekonomi yang agresif? Kita lihat saja nanti. Untuk sekarang, semua masih menunggu kata resmi dari Kemenlu.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke US$100 Tak Perlebar Defisit APBN
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru