Dampaknya cukup signifikan. Ryan memberi contoh konkret: proses onboarding klien yang dulu bisa makan waktu berjam-jam untuk meninjau dokumen, kini bisa diselesaikan hanya dalam 15 menit berkat bantuan AI.
Namun begitu, ada alasan lain yang lebih mendesak di balik keputusan mengurangi kontraktor ini. Citigroup diwajibkan mematuhi ketentuan bank sentral untuk memperketat kontrol manajemen risiko. Bergantung pada tenaga kerja eksternal dinilai kurang ideal dari sisi pengawasan.
Angkanya cukup mencengangkan. Setahun lalu, hampir separuh tenaga kerja IT mereka berasal dari kontraktor. Kini, mereka berambisi menekan angka itu hingga hanya sekitar 20 persen saja.
Maka, rekrutmen besar-besaran pun digelar. Citigroup lebih memilih membangun tim internal yang solid. Saat ini, total karyawan IT mereka sudah mencapai sekitar 50.000 orang, dan jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah.
Jadi, langkah Citigroup ini bukan sekadar tren. Ini adalah transformasi mendasar dari mengandalkan jasa luar beralih ke memperkuat tulang punggung teknologi mereka sendiri.
Artikel Terkait
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%
Arab Saudi Resmi Hentikan Visa Haji Furoda 2026, Indonesia Dukung Penuh