Soal biaya haji yang terus merangkak naik, terutama gara-gara harga avtur yang melonjak, akhirnya dapat titik terang. Pemerintah memastikan bahwa pembiayaan untuk menekan kenaikan itu sudah aman. Mereka punya strategi.
Menurut Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, kebutuhan anggaran sekitar Rp1,77 triliun untuk menutup biaya pesawat jemaah haji tidak akan dibebankan pada satu pos anggaran tertentu saja. "Anggaran itu dikelola secara bersama melalui optimalisasi penerimaan dan efisiensi belanja negara," jelasnya.
Jadi, dari mana dananya? Pemerintah mengandalkan peningkatan penerimaan negara, yang belakangan ini cukup menggembirakan dari sektor sumber daya alam. Harga komoditas global seperti batu bara, CPO, dan nikel yang naik, memberi angin segar untuk kas negara.
Di sisi lain, langkah efisiensi belanja juga terus digenjot. Koordinasi antar kementerian diperkuat untuk menjaga keseimbangan yang pas: antara mendanai program-program prioritas dan menjaga ketahanan fiskal agar tetap sehat.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional
Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Final Piala AFF 2026
FC Cincinnati Serius Incar Neymar, Komunikasi dengan Perwakilan Pemain Sudah Dibuka