Soal biaya haji yang terus merangkak naik, terutama gara-gara harga avtur yang melonjak, akhirnya dapat titik terang. Pemerintah memastikan bahwa pembiayaan untuk menekan kenaikan itu sudah aman. Mereka punya strategi.
Menurut Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, kebutuhan anggaran sekitar Rp1,77 triliun untuk menutup biaya pesawat jemaah haji tidak akan dibebankan pada satu pos anggaran tertentu saja. "Anggaran itu dikelola secara bersama melalui optimalisasi penerimaan dan efisiensi belanja negara," jelasnya.
Jadi, dari mana dananya? Pemerintah mengandalkan peningkatan penerimaan negara, yang belakangan ini cukup menggembirakan dari sektor sumber daya alam. Harga komoditas global seperti batu bara, CPO, dan nikel yang naik, memberi angin segar untuk kas negara.
Di sisi lain, langkah efisiensi belanja juga terus digenjot. Koordinasi antar kementerian diperkuat untuk menjaga keseimbangan yang pas: antara mendanai program-program prioritas dan menjaga ketahanan fiskal agar tetap sehat.
Intinya, pemerintah berusaha keras agar beban tambahan ini tidak sampai membebani APBN secara berlebihan. Mereka mengklaim strategi pengelolaan fiskal yang terintegrasi ini sudah siap dijalankan. Nah, kita lihat saja perkembangannya.
Penulis: kharismaningtyas
Sumber: Kompas TV
Artikel Terkait
Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Energi Bersih di Paris
INDODAX Salurkan 15 Hewan Kurban untuk 584 Keluarga Terdampak Bencana di Aceh
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Les Invalides, Lanjutkan Pertemuan Bilateral dengan Macron di Istana Elysee
Esensi Ibadah Kurban: Dari Ujian Keikhlasan Habil dan Qabil hingga Perintah Syariat bagi yang Mampu