Citigroup, raksasa perbankan AS, sedang melakukan gebrakan besar di bidang teknologi. Mereka tak cuma ramai-ramai merekrut software engineer, tapi juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan secara masif. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada kontraktor IT.
Menurut sejumlah sumber internal, langkah ini bagian dari strategi jangka panjang. Perusahaan ingin lebih banyak mengandalkan staf internal, terutama seiring dengan gencarnya investasi mereka pada pengembangan AI. Nantinya, teknologi ini akan diimplementasikan secara konsisten di hampir semua lini pekerjaan.
Lalu, di mana saja AI sudah diterapkan? Saat ini, Citigroup memakainya untuk berbagai proses operasional. Mulai dari onboarding karyawan dan nasabah, prosedur KYC (know your customer), hingga pembaruan perangkat lunak.
Tim Ryan, Head of Technology Citigroup, mengonfirmasi hal ini.
“Kami masih memiliki sistem legacy, tetapi setelah investasi teknologi yang kami lakukan, sekarang kondisinya jauh lebih baik. AI membantu proses migrasi sistem, otomatisasi coding, dan menguji lebih banyak dan lebih cepat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%
Arab Saudi Resmi Hentikan Visa Haji Furoda 2026, Indonesia Dukung Penuh