Bunyi "tong... tong..." dari tiang listrik di tengah malam yang sunyi pasti sudah tak asing lagi. Bagi sebagian orang, itu cuma gangguan suara. Tapi sebenarnya, ada maksud tersembunyi di balik ritual warga itu.
Anwar, seorang pria 44 tahun yang rutin ronda di Cikoko, Pancoran, bercerita panjang lebar soal hal ini ketika kami bertemu Sabtu lalu. Suara nyaring dari tiang besi yang dipukul pakai batu atau tongkat itu, katanya, sama sekali bukan iseng.
"Ya maknanya buat nandain jam," ujarnya.
Menurutnya, di kawasan itu banyak sekali pedagang. Tukang tempe, tahu, dan sayuran yang harus berangkat ke pasar jauh sebelum matahari terbit.
"Pedagang kayak tukang tempe, tahu, biar nggak kesiangan kan untuk berangkat ke pasar," jelas Anwar.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan