Dia menambahkan, jumlah ASN yang mengambil opsi kerja dari rumah kali ini sekitar 68 orang. "Angkanya kurang lebih segitu, kita ikuti saja aturan yang berlaku," imbuh Munjirin.
Nah, selain pegawai kelurahan dan kecamatan, ada juga beberapa unit lain yang tetap beroperasi penuh. Puskesmas dan petugas pemadam kebakaran, misalnya. Mereka jelas harus siaga 24 jam.
"Pelayanan kepada masyarakat kan tidak boleh berhenti. Itu alasan utamanya," tutup Munjirin singkat.
Jadi, sementara sebagian karyawan pemerintah menikmati kerja di rumah, ujung tombak pelayanan publik di Jakarta Timur tetap berjaga di kantor. Situasinya memang berbeda-beda, tergantung pada jenis layanan yang diberikan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman