“Bayangkan, kegagalan 0,1 persen saja kalau transaksinya jutaan, itu bisa berarti ribuan nasabah yang bermasalah,” tambah Rangga.
Di sisi lain, ada ASKARA Collab. Ini semacam asisten interaktif yang fokusnya ke penanganan komplain. Fiturnya memungkinkan klien membuat tiket otomatis, memantau statusnya, hingga dapat pengingat jadwal maintenance jaringan. Uniknya, untuk tahap awal, asisten ini beroperasi via WhatsApp.
“Kami pernah coba pakai email dan chat aplikasi lain, banyak yang nggak suka,” aku Rangga.
“Klien paling banyak suka WhatsApp. Alasannya simpel: lebih cepat dan bisa diakses 24 jam.”
Ke depannya, inovasi dari ALTO Network ini diarahkan untuk mendukung blueprint sistem pembayaran Bank Indonesia. Tantangannya jelas.
“Bukan cuma soal memproses transaksi dengan cepat,” pungkas Rangga.
“Tapi bagaimana memastikan seluruh proses di belakangnya monitoring, koordinasi, sampai penanganan kendala bisa jalan secara terintegrasi dan efisien.”
Artikel Terkait
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan
BRI dan Pegadaian Luncurkan Fitur Cicil Emas Mulai 0,5 Gram di BRImo
Tim Geypens Kembali Boleh Bermain di Belanda, Izin Kerja Berlaku Hingga 2031