"Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain," kata Bahlil menjelaskan.
Soal energi, ceritanya memang lebih luas. Untuk minyak mentah, memang sebagian masih dari Timur Tengah. Tapi persentasenya tak besar. Pemerintah sudah menyiapkan alternatif dari berbagai sumber lain jauh-jauh hari.
"Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain," paparnya.
Diversifikasi sumber pasokan itulah yang jadi kunci. Dengan langkah itu, pemerintah optimis ketahanan energi nasional bakal tetap terjaga. Apapun yang terjadi di peta geopolitik global.
"Jadi kita insyaallah sudah clear-lah," tutup Bahlil.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Batas Utang 40% PDB dan Defisit 3% Sesuai Arahan Presiden
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen di TikTok
Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing di Tengah Gejolak Global
BPKH Salurkan Rp12,92 Triliun untuk Persiapan Biaya Haji 2025