Rabu lalu, pameran kendaraan niaga GIICOMVEC 2026 ramai oleh satu kehadiran. SANY Group, raksasa alat berat itu, secara resmi meluncurkan kendaraan listrik andalannya untuk sektor tambang dan logistik. Peluncuran ini sekaligus jadi penanda arah baru perusahaan: fokus mereka ke depan akan lebih banyak di teknologi ramah lingkungan.
Deputy General Manager and Director of Government Relations SANY, Saanjay Shamdasani, menegaskan hal itu. Dalam sambutannya, ia menyebut perusahaan tak cuma mengembangkan produk yang ada.
“Kami juga fokus pada produk baru, terutama green energy atau elektrik untuk excavator, dump truk, dan lainnya,” ujar Saanjay, Selasa (8/4/2026).
Menurutnya, langkah SANY ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang sedang gencar mendorong efisiensi energi dan memotong emisi di sektor industri. Nah, bukti nyatanya hadir dalam bentuk truk listrik raksasa bernama SANY SE588. Kendaraan berbasis baterai ini diklaim sudah mulai beroperasi di Indonesia, tepatnya di wilayah Kalimantan.
Kapasitas angkutnya? Sampai 120 ton. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu kendaraan listrik dengan daya angkut terbesar untuk industri berat macam pertambangan. Tapi soal keunggulan, kapasitas cuma satu sisi cerita.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak