Tak ketinggalan, pembangunan jalan tol sepanjang 33,60 km dan preservasi rutin jalan nasional yang panjangnya mencapai 46.100 km juga masuk dalam agenda. Untuk jalan daerah, ditargetkan pembangunan sepanjang 50,6 km.
Di sisi lain, bidang cipta karya juga punya segudang target. Infrastruktur dasar seperti air minum dan sanitasi akan disediakan melalui program PAMSIMAS di 410 lokasi dan SANIMAS di 917 lokasi. Pengolahan sampah pun tak dilupakan, dengan rencana membangun 63 lokasi TPS-3R.
Yang menarik, pembangunan prasarana strategis juga tetap digeber. Pemerintah menargetkan pembangunan ribuan unit sekolah, mulai dari sekolah keagamaan, sekolah rakyat, hingga sekolah dasar dan menengah. Perguruan tinggi, pasar, prasarana olahraga, bahkan cagar budaya juga masuk dalam daftar.
"Kita juga melakukan pembangunan prasarana kesehatan sebanyak 2 unit, prasarana peribadatan ada 2 unit, dan prasarana strategis lainnya sebanyak 1 unit," tutur Dody menambahkan.
Jadi, meski anggaran dipangkas cukup dalam, pemerintah berupaya keras agar geliat pembangunan infrastruktur nasional tidak ikut terpotong. Semua target itu tetap diletakkan di atas kertas, meski tantangan eksekusinya nanti pasti akan lebih berat.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi VIII Nilai Persiapan Haji 2026 di Arab Saudi Belum Maksimal
Trump Terima Proposal 10 Poin Iran, Gencatan Senjata Dua Pekan Jadi Jeda Negosiasi
SKK Migas Pastikan Seluruh Minyak Mentah Kontraktor Diolah di Kilang Pertamina
Kontrak Jual Beli Gas Blok Masela Ditargetkan Tandatangani Mei 2026