Baru lima hari pulang dari Arab Saudi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid sudah punya penilaian keras soal persiapan haji 2026. Menurutnya, persiapan yang dilakukan di sana belum maksimal. Ia baru saja menyelesaikan kunjungan kerja untuk memantau langsung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
"Kebetulan saya baru mendarat dari Arab Saudi tadi," ujarnya, saat ditemui di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa lalu.
Wachid menjelaskan, selama di sana ia mengecek sejumlah fasilitas penting. Mulai dari akomodasi pemondokan, layanan katering, hingga transportasi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut Armuzna. Hasil pantauannya? Ia tak bisa bilang seratus persen siap.
"Nah, persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya," katanya.
Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama soal pelayanan. Kondisi tenda di Arafah dan Mina, misalnya, masih menjadi perhatian. Ia mendesak syarikah atau perusahaan penyedia layanan untuk segera bergerak. Situasinya mendesak, mengingat pemerintah Saudi sendiri sedang memberlakukan kebijakan ketat.
"Pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera," tegas Wachid.
Ia lalu merinci soal tenggat waktu yang mepet. Pemerintah Saudi sedang menggencarkan razia untuk memastikan non-jamaah telah keluar sebelum 18 April. Sementara, jamaah haji sendiri dijadwalkan mulai masuk tiga hari setelahnya, tanggal 21 April.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia," ujarnya.
"Diharapkan untuk persiapan ini benar-benar Syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting."
Meski begitu, Wachid menyebut langkah konkret akan segera diambil. Komisi VIII rencananya akan menggelar rapat dengan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah pada Rabu (8/4/2026) untuk membahas temuan-temuan ini lebih lanjut.
"Kami akan rapat bersama Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji terkait dengan persiapan-persiapan dan terkait dengan kekurangan-kekurangan yang segera," jelasnya.
"Ini yang kami sampaikan itu sebagai lembaga pengawasan."
Artikel Terkait
MNC Peduli Salurkan 450 Paket Daging Kurban untuk Warga Kedoya
Vardy Kembali Alami Degradasi, Cremonese Resmi Turun ke Serie B
Nico Paz Tolak Kembali ke Real Madrid, Pilih Bertahan di Como
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026