Baru lima hari pulang dari Arab Saudi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid sudah punya penilaian keras soal persiapan haji 2026. Menurutnya, persiapan yang dilakukan di sana belum maksimal. Ia baru saja menyelesaikan kunjungan kerja untuk memantau langsung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
"Kebetulan saya baru mendarat dari Arab Saudi tadi," ujarnya, saat ditemui di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa lalu.
Wachid menjelaskan, selama di sana ia mengecek sejumlah fasilitas penting. Mulai dari akomodasi pemondokan, layanan katering, hingga transportasi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut Armuzna. Hasil pantauannya? Ia tak bisa bilang seratus persen siap.
"Nah, persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya," katanya.
Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama soal pelayanan. Kondisi tenda di Arafah dan Mina, misalnya, masih menjadi perhatian. Ia mendesak syarikah atau perusahaan penyedia layanan untuk segera bergerak. Situasinya mendesak, mengingat pemerintah Saudi sendiri sedang memberlakukan kebijakan ketat.
"Pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera," tegas Wachid.
Artikel Terkait
Iran Siap Hentikan Operasi Militer Defensif dengan Syarat Serangan Dihentikan
Trump Terima Proposal 10 Poin Iran, Gencatan Senjata Dua Pekan Jadi Jeda Negosiasi
SKK Migas Pastikan Seluruh Minyak Mentah Kontraktor Diolah di Kilang Pertamina
Kontrak Jual Beli Gas Blok Masela Ditargetkan Tandatangani Mei 2026