Seluruh minyak mentah yang diproduksi kontraktor migas di Indonesia, dipastikan akan diolah di kilang-kilang Pertamina. Kepastian ini datang langsung dari SKK Migas, badan yang mengawasi kegiatan hulu migas di tanah air.
“Alhamdulillah, semua crude atau minyak mentah bagian KKKS sudah confirm bersedia dijual ke kilang minyak Pertamina,”
Demikian penjelasan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima pada Selasa lalu. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi implementasi surat internal SKK Migas bernomor 0197, yang sudah terbit sejak pertengahan Maret 2026.
Menurut Djoko, langkah penjualan minyak mentah ke Pertamina ini sejalan dengan prinsip "No Gain No Loss". Di sisi lain, ada mekanisme pengawasan yang ketat. Dirjen Migas, misalnya, punya kewenangan untuk menarik rekomendasi ekspor minyak mentah yang sebelumnya sudah dikirimkan ke Kementerian Perdagangan, jika diperlukan.
Selain soal minyak mentah, ada kabar lain yang cukup menarik perhatian. SKK Migas ternyata juga menerima surat dari pimpinan Inpex, perusahaan asal Jepang yang cukup aktif di sektor energi regional.
“Surat dari CEO Inpex bahwa Inpex bersedia mengirim cargo-cargo LPG dari Produksi Inpex di Australia untuk Indonesia,” ungkap Djoko.
Takayuki Ueda, sang CEO, secara resmi menyatakan kesediaan perusahaannya untuk mengirimkan kargo LPG dari Australia ke Indonesia. Langkah ini, tak bisa dipungkiri, sejalan dengan upaya pemerintah menjamin pasokan energi dalam negeri tetap stabil dan aman. Upaya yang, tentu saja, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas.
Febrina Ratna Iskana
Artikel Terkait
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Selesai
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805 di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Aturan Baru Devisa Ekspor
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Tak Terpantau Akibat Kabut
Hingga Akhir Mei 2026, 13,59 Juta SPT Tahunan Masuk, Karyawan Mendominasi