Ia lalu merinci soal tenggat waktu yang mepet. Pemerintah Saudi sedang menggencarkan razia untuk memastikan non-jamaah telah keluar sebelum 18 April. Sementara, jamaah haji sendiri dijadwalkan mulai masuk tiga hari setelahnya, tanggal 21 April.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia," ujarnya.
"Diharapkan untuk persiapan ini benar-benar Syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting."
Meski begitu, Wachid menyebut langkah konkret akan segera diambil. Komisi VIII rencananya akan menggelar rapat dengan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah pada Rabu (8/4/2026) untuk membahas temuan-temuan ini lebih lanjut.
"Kami akan rapat bersama Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji terkait dengan persiapan-persiapan dan terkait dengan kekurangan-kekurangan yang segera," jelasnya.
"Ini yang kami sampaikan itu sebagai lembaga pengawasan."
Artikel Terkait
Sekjen PBB Sambut Gencatan Senjata Dua Minggu AS-Iran
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia Perebutkan Puncak Klasemen Grup B Piala AFF 2026
China dan Rusia Veto Resolusi PBB Soal Keamanan Selat Hormuz, Sebut Bias terhadap Iran
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang