Tragedi Sumut: 355 Tewas dan Kerugian Rp 9,76 Triliun Akibat Banjir-Longsor

- Senin, 15 Desember 2025 | 18:42 WIB
Tragedi Sumut: 355 Tewas dan Kerugian Rp 9,76 Triliun Akibat Banjir-Longsor

Angka korban bencana di Sumatera Utara terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat baru saja merilis data terbaru per Senin (15/12), dan situasinya sungguh memilukan. Tercatat, 355 orang meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor yang melanda.

Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, memberikan keterangan resmi yang menggambarkan betapa parahnya dampak bencana ini.

"355 Jiwa meninggal dunia, 2.285 luka-luka dan 83 jiwa hilang, 1.758.283 warga terdampak," ujarnya.

Bencana yang terjadi akhir November lalu itu ternyata menyebar luas. Menurut Tuahta, ada 14 kabupaten dan 5 kota yang ikut merasakan dampaknya. Kerugian material yang ditimbulkan pun mencapai angka yang fantastis, menghancurkan hampir semua sektor kehidupan.

Dia merincikan, kerugian di sektor perumahan saja mencapai Rp 2,3 triliun. Infrastruktur rusak parah dengan kerugian sekitar Rp 880,65 miliar. Sementara itu, sektor ekonomi lumpuh total pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan mengalami kerugian yang jika dijumlahkan mencapai miliaran rupiah.

Tak hanya itu, kehidupan sosial masyarakat juga porak-poranda. Ribuan bangunan pendidikan dan kesehatan rusak, usaha mikro kecil menengah (UMKM) terpukul, bahkan rumah ibadah tak luput dari amukan banjir dan tanah longsor. Kerugian di sektor ini ditaksir mencapai triliunan rupiah.

"Total kerugian Rp 9,76 triliun," tegas Tuahta.

Di tengah upaya pemulihan, tantangan lain masih menghadang. Hingga saat ini, setidaknya masih ada 16 desa yang terisolasi. Akses untuk menjangkau mereka masih sangat sulit.

Tuahta menjelaskan, "Wilayah terisolir Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 8 Desa di 3 Kecamatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 8 Desa di 5 Kecamatan."

Meski begitu, gelombang solidaritas terus mengalir. Bantuan dari berbagai penjuru sudah mulai terkumpul di posko-posko bencana. Di Posko Bencana Sumut dan Hanggar Lanud Soewondo, misalnya, bantuan yang terkumpul sejak 14 Desember lalu sudah mencapai 475,66 ton.

"Total bantuan 475,66 ton," pungkas Tuahta menutup pernyataannya.

Angka-angka itu tentu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita pilu, harapan yang tertunda, dan perjuangan panjang untuk bangkit kembali. Pekerjaan rumah untuk pemulihan masih sangat banyak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar