"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," sambungnya.
Nah, soal jumlahnya, Dadan juga meluruskan. Beredar kabar jumlahnya mencapai 70.000 unit, tapi angka itu keliru. Realisasinya lebih sedikit dari yang dipesan.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ungkapnya.
Proses pengiriman motor listrik ini sendiri baru akan dimulai secara bertahap pada Desember 2025 mendatang. Jadi, masih lama. Semuanya menunggu proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara selesai sebelum akhirnya bisa dipakai menjalankan tugas.
Artikel Terkait
Kemenhub Siapkan Insentif dan Disinsentif untuk Kejar Target Zero Truk ODOL 2027
Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Revitalisasi Tebu dan Perketat Impor Gula
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta