Pelemahan ternyata cukup merata. Sektor siklikal turun 0,70 persen, diikuti properti yang melemah 0,44 persen. Bahan baku dan transportasi juga ikut terseret, masing-masing turun 0,48 persen dan 0,61 persen. Belum lagi sektor teknologi dan kesehatan yang sama-sama berada di zona merah, dengan penurunan 0,54 persen dan 0,76 persen.
Di tengah kemelut itu, ada beberapa sektor yang masih bertahan. Sektor energi justru menunjukkan performa bagus dengan penguatan 0,72 persen. Sektor keuangan dan infrastruktur juga memberi sedikit pencerahan, naik masing-masing 0,32 persen dan 0,38 persen.
Pada papan top gainers, Ifishdeco (IFSH) jadi bintang pagi ini dengan lonjakan fantastis 25 persen. Posisi berikutnya diisi Sinergi Inti Plastindo (ESIP) yang naik 23,81 persen dan Ace Oldfields (KUAS) yang menguat 22,35 persen.
Sayangnya, daftar top losers terlihat lebih panjang. Insight Investment Management (XILV) memimpin pelemahan dengan penurunan 14,58 persen. Chemstar Indonesia (CHEM) dan Indo Premier Investment Management (XINL) menyusul di belakang, masing-masing anjlok 13,33 persen dan 12 persen.
Artikel Terkait
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta