Pagi ini, IHSG sempat memberi harapan. Bursa dibuka dengan sentimen positif, mengantongi level 7.001. Namun, suasana sumringah itu tak bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit, tekanan jual mulai muncul dan menggiring indeks ke zona merah. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (7/4/2026) ini, Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya mencatatkan koreksi 0,29 persen, terpangkas ke posisi 6.969.
Bahkan, di tengah pergerakannya, IHSG sempat menyentuh titik terendah hari ini di level 6.942. Cukup fluktuatif, memang.
Dari sisi aktivitas, volume perdagangan tercatat lumayan padat: 16,23 miliar lembar saham berpindah tangan. Nilai transaksinya mencapai Rp7,2 triliun dengan frekuensi perdagangan lebih dari satu juta kali. Kapitalisasi pasarnya sendiri berada di kisaran Rp12,2 triliun.
Jika dilihat dari jumlah emiten, mayoritas justru terlihat lesu. Sebanyak 398 saham tercatat melemah, mengalahkan 271 saham yang mampu naik. Sementara itu, 289 emiten lainnya cenderung stagnan, harganya nyaris tak berubah.
Lalu, dari mana tekanan utama datang? Rupanya, sektor industri menjadi penyumbang terbesar dengan koreksi cukup dalam, 2,12 persen. Sektor non-siklikal pun tak ketinggalan, ikut terperosok 1,04 persen.
Artikel Terkait
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng
ADB Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% pada 2026-2027
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Damai di Selat Hormuz
BTN dan KAI Garap Hunian Vertikal Terintegrasi Stasiun di Jakarta