Di KTT G20, Indonesia Pamer QRIS sebagai Solusi Global

- Minggu, 23 November 2025 | 07:55 WIB
Di KTT G20, Indonesia Pamer QRIS sebagai Solusi Global

Johannesburg, Afrika Selatan – Dalam forum KTT G20 yang berlangsung di sini, Indonesia tak sekadar hadir sebagai peserta. Negeri ini membawa sebuah solusi nyata yang sudah terbukti di tingkat domestik dan regional: QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan bangga memaparkan inovasi ini. Ia menyebut QRIS sebagai contoh nyata kontribusi Indonesia untuk pemerataan pembangunan global.

"Ini solusi digital yang sederhana dan murah," ujarnya dalam konferensi pers mengenai hasil KTT G20 Afrika Selatan 2025, Minggu (23/11/2025).

"QRIS buatan kita ini sudah diadopsi oleh berbagai negara di ASEAN, bahkan sampai Jepang dan Korea."

Menurut Airlangga, sistem pembayaran digital semacam ini bisa mendorong inklusi keuangan secara global. Tapi, tentu saja, itu harus didukung dengan akses pembiayaan internasional yang lebih adil dan mudah bagi negara berkembang.

Ia menegaskan, "Pertumbuhan ekonomi global harus kuat, adil, dan inklusif. Dengan pembiayaan internasional yang mudah diakses dan dapat diprediksi, khususnya bagi negara-negara berkembang."

Di sisi lain, Indonesia tak hanya fokus pada QRIS. Isu lain yang diusung adalah ekonomi kecerdasan buatan atau AI. Indonesia mendorong dimulainya dialog G20 tentang hal ini, dengan harapan teknologi finansial bisa berkembang secara bertanggung jawab dan tetap mendukung pemerataan.

Forum yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini juga membahas agenda-agenda global lainnya. Mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pengurangan risiko bencana. Indonesia menekankan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai inti dari tata kelola global.

Selama KTT berlangsung, Gibran juga dikabarkan aktif melakukan pertemuan bilateral. Ia bertemu dengan sejumlah pemimpin negara dan organisasi internasional, seperti perwakilan dari Ethiopia, Vietnam, Angola, WTO, dan UNCTAD.

Jadi, melalui QRIS dan berbagai diplomasi ekonomi lainnya, Indonesia menunjukkan perannya yang tak lagi sekadar pengikut, tapi pemain aktif yang berkontribusi pada solusi global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar