Stadion Sumpah Pemuda sore itu benar-benar bergetar. Bhayangkara FC, sang tuan rumah, baru saja merampas kemenangan dramatis 3-2 atas Persija Jakarta di lanjutan Super League. Padahal, Skuad Macan Kemayoran sempat unggul lebih dulu, bahkan dua kali memimpin skor. Tapi, sepak bola memang tak pernah bisa ditebak.
Kemenangan heroik The Guardians ini jelas pukulan telak bagi Persija. Apalagi mereka harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-49 setelah Jordi Amat diusir wasit. Hasil ini membuat Persija mandek di peringkat ketiga klasemen dengan 52 poin. Sementara Bhayangkara melesak naik ke posisi kelima, mengumpulkan 44 angka.
Dari peluit pertama, Persija langsung menunjukkan niat. Mereka tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru satu menit laga berjalan, Rayhan Hannan sudah menggoyang jala Bhayangkara dengan sebuah tandukan terukur. 1-0 untuk tamu.
Gol cepat itu seolah memberi energi lebih. Serangan dari sayap, yang diusung Allano dan Hannan, terus menerus menguji pertahanan Bhayangkara. Tapi, momentum perlahan bergeser.
Di menit ke-28, umpan matang Putu Gede berhasil diselesaikan dengan baik oleh Moussa Sidibe. Skor pun menyamar menjadi 1-1. Setelah gol itu, Bhayangkara yang diasuh Paul Munster terlihat lebih percaya diri. Mereka menguasai permainan, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sayangnya, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga jeda. Persija sesekali membalas lewat serangan balik cepat Allano, tapi belum cukup efektif.
Babak kedua justru dimulai dengan insiden kontroversial. Jordi Amat menerima kartu kuning keduanya setelah melakukan pelanggaran yang dinilai wasit berlebihan. Mantan pemain Swansea City itu pun harus rela meninggalkan lapangan lebih awal.
Unggul jumlah pemain, Bhayangkara langsung mendominasi. Tapi sepak bola lagi-lagi menunjukkan keajaibannya. Justru dalam tekanan, Persija berhasil mencuri gol. Tendangan bebas Fabio Calonego di menit ke-62 melesat sempurna, menggetarkan gawang Aqil Savik. 2-1 untuk tim dengan sepuluh pemain.
Keunggulan itu memaksa Persija bertahan lebih dalam. Mereka seperti membangun benteng, mengandalkan serangan balik untuk sekadar bernapas. Bhayangkara terus mengepung, dan tekanan itu akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir.
Dendy Sulistyawan, yang baru masuk, menjadi penyelamat dengan eksekusi tendangan bebas yang sempurna di menit ke-86. 2-2! Stadion meledak.
Gol penyama kedudukan itu seperti suntikan adrenalin bagi Bhayangkara. Mereka terus mendesak, mencari gol kemenangan. Dan di penghujung waktu tambahan, mimpi itu terwujud.
Moussa Sidibe sekali lagi menjadi pahlawan. Lepas dari kawalan, ia melepaskan tendangan melengkung spektakuler yang tak bisa lagi dijangkau kiper Cyrus Margono. 3-2! Sorak-sorai penonton memenuhi udara Bandar Lampung, mengiringi peluit panjang wasit yang menandakan akhir dari sebuah pertarungan sengit penuh drama.
Susunan Pemain:
Bhayangkara FC (4-3-3): Aqil Savik (GK); Putu Gede, Leo, Nehar Sadiki, Frengky Missa (Firza Andika 54'); Wahyu Subo Seto (Dendy Sulistyawan 73'), Moises (Sani Rizki Fauzi 73'), Teuku Ichsan (Sho Yamamoto 64'); Moussa Sidibe, Cedric Henry, Privat Mbarga.
Pelatih: Paul Munster.
Persija Jakarta (5-3-2): Cyrus Margono (GK); Rizky Ridho, Paulo Ricardo, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Thales (Bruno Tubarao 61'); Allano, Jean Mota (Van Basty Sousa 54'), Fabio Calonego; Rayhan Hannan, Gustavo Almeida (Eksel Runtukahu 54').
Pelatih: Mauricio Souza.
Artikel Terkait
KPK Terbitkan Surat Edaran Larang Gratifikasi dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
BMKG Deteksi Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina, Berpotensi Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
Iran Tuding AS Beralih ke Perang Ekonomi dan Kognitif setelah Gagal di Medan Tempur
Trump Tegaskan Sanksi ke Iran Tak Akan Dicabut Meski Negosiasi Damai Masih Berlangsung