Jakarta bersiap. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem di bulan Januari ini, Pemprov DKI memutuskan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca secara penuh, selama sebulan penuh. Gubernur Pramono Anung, atau yang akrab disapa Pram, mengungkapkan langkah ini penting untuk mengantisipasi banjir yang lebih parah.
Tanpa campur tangan itu, curah hujan di Ibu kota diprediksi bakal sangat tinggi. "Potensi banjirnya jadi lebih besar," ujar Pram.
Ditemui di sekitar Stasiun MRT Harmoni, Selasa (20/1), Pram menjelaskan komitmennya. "Jadi untuk cuaca ekstrem, kami antisipasi dengan modifikasi cuaca. Dan ini kami lakukan terus, sepenuhnya, selama satu bulan ini," katanya.
Intensitasnya cukup serius. Dalam sehari, tidak tanggung-tanggung, pihaknya bisa menerbangkan pesawat hingga tiga kali hanya untuk urusan ini. Menurut sejumlah saksi, aktivitas pesawat penyemaian awan itu memang terlihat lebih sering belakangan.
"Coba lihat tadi pagi. Seharusnya, kalau tidak ada modifikasi, curah hujannya pasti sudah deras. Hari Minggu kemarin juga begitu,"
Artikel Terkait
Sastra di Ujung Tanduk: Generasi Digital dan Kematian Imajinasi
Usia Khadijah Saat Menikah: Benarkah 40 Tahun atau Justru 28?
Wali Kota Madiun Ditangkap KPK Usai Dilantik, Fee Proyek dan CSR Jadi Titik Tumpu
Kucing Menyebrang, Tabrakan Beruntun Terjadi di Bypass Ngurah Rai