Kuwait baru saja mengumumkan angka yang cukup mencengangkan. Sebanyak 67 personel militernya mengalami luka-luka, semua terjadi sejak serangan balasan Iran dimulai. Kolonel Saud Al-Atwan, juru bicara Kementerian Pertahanan, yang mengonfirmasi hal ini pada Jumat lalu.
“Enam puluh tujuh personel militer Kuwait telah terluka sejak awal serangan,”
Begitu penjelasan Al-Atwan, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Soal di mana tepatnya insiden itu terjadi, ia tak memberikan rincian lebih lanjut.
Namun begitu, yang jelas, negara kecil di Teluk itu ternyata paling banyak menanggung beban. Jumlah korban luka mereka disebut yang tertinggi di kawasan sejak konflik memanas. Belum lagi korban jiwa. Dari total 13 kematian yang tercatat di wilayah Teluk, delapan di antaranya justru terjadi di Kuwait.
Artikel Terkait
Israel Pertimbangkan Invasi Darat ke Lebanon, Respons Ancaman Hizbullah yang Meningkat
Dokter Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir dari Pemeriksaan
Ritel Siap Hadapi Gelombang Belanja Lebaran 2026 dan Antisipasi Musim Sepi Panjang
Militer Israel Klaim Hantam Lebih dari 400 Target di Iran, Termasuk Peluncur Rudal