Jakarta - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, punya pesan tegas soal penggunaan Pertalite. Dia meminta agar bahan bakar bersubsidi ini benar-benar dipakai oleh mereka yang berhak saja. Siapa sih yang dimaksud? Masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, plus angkutan umum dan barang.
Intinya, Pertalite itu komoditas yang disubsidi pemerintah. Jadi, penggunaannya harus tepat sasaran.
“Yang berhak menggunakan adalah kendaraan angkutan umum, layanan umum seperti ambulans, damkar, dan lain-lain,” jelas Robert kepada JPNN, Selasa (21/4).
Dia juga menambahkan, hak itu juga untuk kendaraan pribadi dengan spesifikasi mesin yang sesuai bukan yang sudah seharusnya pakai BBM beroktan tinggi seperti RON 92 ke atas.
Menurutnya, soal aturan pakai ini masih perlu sosialisasi dan pengawasan. Perlu kerja bareng antara pemerintah, Pertamina, dan tentu saja masyarakat. Apalagi, situasinya makin pelik dengan lonjakan harga beberapa BBM nonsubsidi belakangan ini.
Nah, di sisi lain, harga minyak mentah global yang naik ditambah ketegangan geopolitik bikin sejumlah produk nonsubsidi melambung. Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan LPG nonsubsidi ikut terdampak. Kenaikan paling tajam terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, yang masing-masing menyentuh Rp23.600 dan Rp23.900 per liter.
“Kendaraan yang tidak berhak pakai Pertalite, ya, jangan,” tegas Robert. “Karena itu untuk mereka yang berhak.”
Sementara itu, harga Pertalite, Solar, dan Pertamax masih bertahan di posisi sebelumnya. Situasi ini jelas bikin banyak pihak memutar otak, mencari cara agar subsidi benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Artikel Terkait
Golkar Gelar Paskah Nasional dan Bantu Renovasi Lima Gereja
Polsek Cileungsi Amankan Pengedar dan Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal
Tim Cook Mundur, John Ternus Ditunjuk Jadi CEO Apple Mulai September 2026
Polisi Amankan 3,6 Kilogram Ganja di Stasiun Tanah Abang