Pencarian terhadap anak laki-laki berusia enam tahun yang hanyut di Sungai Ciliwung masih terus digenjot. Lokasinya di sekitar Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Bogor. Operasi penyelamatan yang sempat dihentikan karena gelap, kini dilanjutkan lagi sejak pagi tadi.
“Iya, pencarian korban dilanjutkan hari ini,”
kata Jalaluddin, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, pada Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, tim SAR gabungan sudah bekerja keras sejak kemarin. Mereka menggunakan perahu rafting, menyisir area sepanjang tiga kilometer dari titik awal anak tersebut dilaporkan hilang. Namun begitu, kondisi sungai yang gelap memaksa pencarian untuk ditunda sementara, sesuai dengan protokol keselamatan yang berlaku.
Insiden naas ini bermula pada Senin (20/4) siang, tepatnya sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut penuturan Kapolsek Sukaraja, Kompol Ade Rahmat, korban awalnya melihat dua temannya bermain di pinggir Sungai Ciliwung.
“Terus datang korban menyusul bergabung untuk ikut bermain,”
jelas Ade Rahmat, Senin lalu.
Sayangnya, tak lama setelah bergabung, anak itu tiba-tiba terseret arus deras. Dua temannya yang panik berusaha menolong, tapi sia-sia. Arus saat itu disebutkan sangat kencang.
“Karena arus sungai lagi besar, akhirnya minta pertolongan ke saksi penjual batagor di pinggir jalan,”
tuturnya lebih lanjut.
Dari situlah, kabar duka ini tersiar dan upaya pertolongan segera dimobilisasi. Hingga saat ini, harapan untuk menemukan korban masih menyala, meski waktu terus berlalu.
Artikel Terkait
DPR Sahkan Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban
KPK: Seperempat Kasus Korupsi Berasal dari Sektor Pengadaan Barang dan Jasa
Unggahan Media Sosial Pelaku Buka Kemungkinan Motif Lain di Balik Pembunuhan Nus Kei
Surat DPP PKS Usulkan Suhud Alynudin Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI