Ungkapan “negara hadir untuk rakyat” tidak boleh sekadar menjadi jargon tanpa implementasi nyata di lapangan. Pemerintah, sebagai representasi negara, dituntut untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna memahami secara konkret kebutuhan yang mereka hadapi sehari-hari. Hanya dengan cara itu, kehadiran negara dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.
“Di sinilah kita ingin merubah cara berpikir kita agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Tito saat meninjau lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (29/5). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara. Menurut Tito, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang perumahan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Tito mengungkapkan bahwa alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2025, bantuan hanya menyasar 1.129 unit rumah, sementara tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 8.973 unit rumah. Setiap unit mendapatkan bantuan peningkatan kualitas rumah sebesar Rp20 juta. Khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 548 unit rumah bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.
Menurut Tito, program bedah rumah dan pembangunan perumahan tersebut merupakan salah satu langkah berskala besar yang belum pernah ia temui selama menjabat sebagai Mendagri.
“Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tito mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto serta langkah Ara yang kerap turun langsung meninjau kawasan permukiman masyarakat kurang mampu. Ia berharap program bantuan perumahan tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang guna mengurangi backlog perumahan di Indonesia.
“Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, masalah yang ada baik orang yang tidak punya rumah maupun tidak layak huni ini makin lama makin berkurang,” pungkasnya.
Artikel Terkait
15.500 Kendaraan Melintas di Jalur Puncak, Tiga Titik Macet Terpantau Sejak Pagi
Polisi Tangkap Dua Pencopet WNA Belanda di Stasiun Tanah Abang, Barang Bukti Dikembalikan
Call Center 112 Sidoarjo Terima 1.033 Laporan Darurat dalam Tiga Bulan, Ratusan Panggilan Iseng Masih Mendominasi
Volume Kendaraan ke Puncak Melonjak, Polisi Berlakukan One Way dari Ciawi