Gejolak geopolitik di Timur Tengah, terutama menyusul ketegangan antara AS-Israel dan Iran, mulai terasa dampaknya hingga ke industri dalam negeri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti, ketidakpastian global ini menekan rantai pasok dunia. Salah satu imbas langsungnya adalah menyusutnya pasokan bahan baku untuk berbagai sektor industri.
Kalau rantai pasok tersendat, risikonya jelas: harga-harga berpotensi melambung. Inflasi bisa saja terjadi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, tekanan yang dirasakan Indonesia sebenarnya dialami oleh hampir semua negara.
Data global memperkuat peringatan itu. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dunia menunjukkan tekanan inflasi yang makin kuat. Konflik di Timur Tengah mengacaukan pengiriman dan mendongkrak biaya energi serta bahan baku. Pada Maret 2026, output dan pesanan baru tercatat menurun. Yang lebih mengkhawatirkan, waktu pengiriman bahan baku mengalami keterlambatan paling parah sejak akhir 2021.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta
Industri Plastik Berinovasi Cari Formula Baru Imbas Gangguan Pasokan Global