Jawabannya ada pada waktu. Dia pindah ke Wolverhampton di usia 16 tahun, tepatnya Februari 2020. Langsung masuk akademi. Lalu, kontrak profesional pertamanya ditandatangani pada 1 Februari 2023, untuk durasi dua setengah tahun.
Nah, aturan di Inggris punya keunikan sendiri. Pemain berusia 18 sampai 21 tahun yang sudah menghabiskan tiga tahun berturut-turut di sebuah klub, akan otomatis mendapat label homegrown. Kewarganegaraan? Itu tidak dilihat. Sistemnya tak memandang paspor asal pemain.
Maka, meski paspornya sekarang hijau merah, status HG Hubner di Inggris tetap sah. Dia tercatat di Wolves dari 2020 hingga 2025, meski sempat dipinjamkan ke Cerezo Osaka. Status ini jadi aset berharga.
Artinya, jika nanti ada peluang kembali ke Inggris, Hubner tak akan pusing soal izin kerja. Klub mana pun yang merekrutnya juga diuntungkan, terutama untuk kuota kompetisi Eropa.
Jadi begitulah. Seorang pemain Indonesia dengan masa depan mulus di Inggris, justru tersandung aturan di tanah leluhurnya sendiri. Perkembangan kasus ini pasti akan terus diikuti. Menunggu apa keputusan akhirnya.
Artikel Terkait
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram