Suasana di tempat pengungsian itu cukup memilukan. Ruang utama gedung dipenuhi warga. Ada yang berbaring lelah di atas alas seadanya, sementara yang lain duduk lesu di teras, menatap jauh. Mereka menunggu, berharap kondisi di rumah masing-masing segera membaik.
Gubernur Luthfi pun hadir di tengah mereka. Ia menyapa, berdialog, dan tak lupa menyerahkan bantuan secara simbolis. Bantuan itu sendiri bukan jumlah kecil. Totalnya mencapai Rp 236,9 miliar lebih, dikumpulkan dari berbagai dinas di lingkungan Pemprov Jateng mulai dari BPBD, Dinas Sosial, hingga Dinas PUPR dan PMI. Angka itu menunjukkan skala respons yang coba diberikan.
Namun begitu, Luthfi tahu bantuan saja tak cukup. Usai menyapa warga, ia langsung menggelar rapat terbatas. Bupati Demak, Eisti'anah, beserta jajarannya turut hadir. Agenda utamanya jelas: mencari solusi yang tak sekadar tambal sulam.
"Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial," tegas Luthfi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu lalu.
Pendekatannya harus komprehensif. "Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan," imbuhnya.
Di sisi lain, di tengah upaya penanganan menyeluruh itu, urusan mendesak tak boleh terlupakan. Kebutuhan dasar warga yang terdampak harus tetap jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Satgas Pamtas, Polres, dan Warga Bersihkan Pasar Ilu di Puncak Jaya
Jembatan Beton Gantikan Jembatan Sasak Rapuh di Boyolali, Warga Bersyukur
Serangan Israel di Tyre Rusak Rumah Sakit, 11 Orang Luka-luka
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon