Di tengah situasi militer yang memanas, upaya diplomatik justru terlihat mandek. Negosiasi untuk gencatan senjata antara AS dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu. Upaya mediasi yang dipimpin Pakistan pun mentah. Iran disebut menolak bertemu pejabat AS di Islamabad dan ogah menuruti tuntutan Washington.
Meski begitu, bukan berarti semua pintu tertutup. Negara-negara seperti Turki dan Mesir konon masih berusaha mencari celah. Mereka menjajaki opsi tempat lain untuk bertemu, misalnya Doha atau Istanbul, sambil menyusun proposal baru yang diharapkan bisa memecah kebuntuan.
Sebelumnya, Trump sempat beri sinyal. Dia mau bicara gencatan senjata jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Teheran punya syaratnya sendiri yang tak mudah: minta ganti rugi, tarik pasukan AS dari pangkalan di Timur Tengah, plus jaminan tidak akan diserang lagi di masa depan. Tawaran yang sulit diterima, tentunya.
Sementara itu, di kancah lain, Trump dijadwalkan akan bertemu Sekjen NATO, Mark Rutte, di Washington di hari Rabu mendatang. Pertemuan ini tentu jadi perhatian, mengingat ketegangan yang sedang melanda.
Artikel Terkait
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris
Min Aung Hlaing Resmi Dilantik sebagai Presiden Myanmar Setelah Lima Tahun Berkuasa
Iran Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran, Hantam Israel dari Negev hingga Tel Aviv
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Tuntut Perdamaian Permanen