Sabtu pagi itu, suasana di RSKD Duren Sawit terlihat sedikit berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tiba-tiba muncul di lobi rumah sakit sekitar pukul setengah sebelas. Ia datang dengan satu tujuan: menjenguk puluhan siswa yang dilaporkan keracunan makanan.
Pakaiannya sederhana, baju koko putih dipadukan dengan peci hitam. Langkahnya cepat, tapi raut wajahnya tampak serius. Di tempat itu, ia sudah ditunggu oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI, Nahdiana, beserta beberapa stafnya. Tak banyak basa-basi, rombongan langsung menuju ke ruang rawat inap tempat para siswa dirawat.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadiannya bermula saat para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah. Gejalanya seragam: mual dan muntah-muntah. Korban pun tidak sedikit.
"Saya baru dapat laporan dari Ibu Kepala Dinas Kesehatan," ujar Pramono, ditemui di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, sebelum berangkat ke rumah sakit.
"Memang ada tiga rumah sakit yang digunakan, yaitu Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Harun. Total korbannya 54, salah satu yang paling banyak di Duren Sawit."
Angka itu yang mendorongnya untuk turun langsung. Setelah menerima laporan, ia memutuskan untuk melihat sendiri kondisi anak-anak tersebut.
"Kebetulan setelah dari sini saya mau ke Rumah Sakit Duren Sawit," katanya, menegaskan niatnya. "Saya mau lihat secara langsung."
Kunjungan itu sendiri berlangsung cukup singkat. Namun, kehadiran gubernur di tengah situasi seperti ini jelas memberikan pesan. Ada upaya untuk memastikan bahwa penanganan korban berjalan baik, sekaligus menenangkan para orang tua yang pastinya sangat khawatir.
Artikel Terkait
Untuk pertama kalinya sejak 1957, India tanpa satu pun negara bagian yang diperintah partai komunis
Dinas SDA DKI Inventarisasi Ulang Seluruh Saluran Lama Antisipasi Jalan Amblas
Perayaan Waisak 2570 di Bundaran HI, Wagub Rano Karno Sebut Cahaya Kedamaian Jadi Simbol Toleransi Jakarta
Empat Pria Berhasil Dievakuasi dari Gua Banjir di Laos, Dua Masih Hilang