Ceritanya memang aneh. Justin Hubner, bek Timnas Indonesia yang kini jadi sorotan di Belanda, justru punya status "homegrown player" di Inggris. Ironisnya, status istimewa itu malah tak membantunya di negeri kelahirannya sendiri, di mana ia justru bermasalah dengan izin kerja.
Klubnya, Fortuna Sittard, sudah memintanya untuk tidak ikut latihan. Masalahnya ada di administrasi. Ternyata, perubahan paspornya dari Belanda ke Indonesia memicu persoalan hukum yang tak terduga.
Dan dia tidak sendiri. Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Tim Geypens juga mengalami nasib serupa. Mereka semua diminta klub untuk berhenti berlatih sementara. Intinya, status administratif keempat pemain ini dianggap belum sah untuk bekerja di Belanda.
Ini tentu mengundang tanya. Bagaimana mungkin pemain yang lahir dan besar di Belanda justru dipersulit di sana? Kasus Hubner makin unik kalau kita lihat latar belakangnya. Di Inggris, dia justru punya posisi yang menguntungkan.
Ya, kalau saja dia memilih main di Liga Inggris, terutama Premier League, masalah ini mungkin tak akan terjadi. Soalnya, dia punya status homegrown dari akademi Wolverhampton Wanderers.
Lho, kok bisa? Bukankah Hubner lahir di Hertogenbosch, Belanda, pada 14 September 2003? Awal karirnya pun dimulai di akademi Den Bosch. Lantas apa yang membuatnya diakui sebagai produk lokal Inggris?
Jawabannya ada pada waktu. Dia pindah ke Wolverhampton di usia 16 tahun, tepatnya Februari 2020. Langsung masuk akademi. Lalu, kontrak profesional pertamanya ditandatangani pada 1 Februari 2023, untuk durasi dua setengah tahun.
Nah, aturan di Inggris punya keunikan sendiri. Pemain berusia 18 sampai 21 tahun yang sudah menghabiskan tiga tahun berturut-turut di sebuah klub, akan otomatis mendapat label homegrown. Kewarganegaraan? Itu tidak dilihat. Sistemnya tak memandang paspor asal pemain.
Maka, meski paspornya sekarang hijau merah, status HG Hubner di Inggris tetap sah. Dia tercatat di Wolves dari 2020 hingga 2025, meski sempat dipinjamkan ke Cerezo Osaka. Status ini jadi aset berharga.
Artinya, jika nanti ada peluang kembali ke Inggris, Hubner tak akan pusing soal izin kerja. Klub mana pun yang merekrutnya juga diuntungkan, terutama untuk kuota kompetisi Eropa.
Jadi begitulah. Seorang pemain Indonesia dengan masa depan mulus di Inggris, justru tersandung aturan di tanah leluhurnya sendiri. Perkembangan kasus ini pasti akan terus diikuti. Menunggu apa keputusan akhirnya.
Artikel Terkait
Hamas Kecam Serangan Udara Israel Saat Idul Adha, Sebut Gencatan Senjata Dilanggar
Seskab Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Kurban dari Peternak Lokal Boyolali
Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Sapi Kurban Presiden Prabowo Tidak Langgar Hukum dan Syariat
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum