TEHERAN – Proposal Amerika Serikat soal gencatan senjata 48 jam ditampik mentah-mentah oleh Iran. Bagi para pejabat di Teheran, penghentian perang yang ditawarkan itu cuma sementara. Padahal, yang mereka inginkan adalah perdamaian permanen. Di sisi lain, Iran juga sudah menyodorkan sejumlah tuntutannya sendiri kepada Washington.
Menurut laporan kantor berita Fars yang mengutip sumber resmi, proposal AS itu disampaikan lewat perantara. Negara ketiga itu tak disebutkan namanya, dan dokumennya sampai pada Rabu lalu. Yang masih jadi tanda tanya: apakah Israel ikut serta dalam usulan ini? Soalnya, serangan ke Iran terjadi hampir bersamaan.
Presiden AS Donald Trump beberapa kali bilang kalau Iran-lah yang minta berunding untuk hentikan perang. Tapi klaim itu dibantah habis-habisan oleh pejabat Iran. Mereka bersikeras, perang tidak akan berakhir sebelum AS setidaknya memberi kompensasi atas segala kerusakan yang dialami Iran sejak konflik meletup akhir Februari lalu.
“Kami tidak tertarik pada jeda singkat. Kami butuh solusi tetap,” kira-kira begitu sikap yang tercium dari para pejabat di sana.
Artikel Terkait
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris