TEL AVIV Janji Iran untuk membalas akhirnya tiba juga. Sabtu dini hari (4/4/2026), langit Israel mendadak berubah menjadi panggung pertunjukan rudal. Serangan habis-habisan itu, yang disebut-sebut sebagai balasan atas insiden sebelumnya, menghantam beberapa kota penting. Yang menarik, sistem pertahanan udara Israel dikabarkan tak berdaya mencegatnya.
Di media sosial, video-video langsung bertebaran. Salah satunya dari Channel 12, memperlihatkan kobaran api melalap sebuah pabrik di kawasan industri Negev. Asap hitam pekat membubung tinggi, menerangi kegelapan malam. Adegan serupa tampak di lokasi industri lain, menandakan serangan yang terkoordinasi.
Gelombang pertama, menurut sejumlah laporan, fokus di selatan. Sirene peringatan meraung-raung memecah kesunyian di Beersheba, Arad, dan kawasan Negev. Suaranya yang mendesak itu memaksa warga bergegas ke tempat perlindungan.
Namun begitu, serangan belum usai. Tak lama berselang, gelombang kedua datang dengan sasaran berbeda: Israel tengah. Kali ini, wilayah metropolitan Tel Aviv atau Gush Dan yang jadi sasaran. Suara sirene kembali terdengar, kali ini lebih dekat ke jantung negara itu.
Artikel Terkait
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris