Ali lantas menjelaskan akar dari perayaan ini. Bagi warga Betawi, Lebaran Betawi adalah ritual budaya yang dilakukan setelah Idulfitri usai. Momentumnya dinilai sangat strategis, bukan cuma untuk bersenang-senang, melainkan juga ajang konsolidasi dan memperkuat ikatan kekerabatan.
Soal pemilihan lokasi, ada alasan kuat di baliknya. Lapangan Banteng dipilih karena mengikuti arahan langsung Gubernur DKI, Pramono Anung. Lokasi itu punya nilai sejarah yang dalam bagi Jakarta, sebuah latar yang dianggap pas untuk merayakan warisan budaya Betawi.
Tak cuma hiburan dan silaturahmi, acara tahun depan juga akan diwarnai aksi sosial. Rencananya akan ada pemberian santunan untuk masyarakat yang membutuhkan. Ali pun secara terbuka mengajak seluruh warga untuk datang dan memeriahkan acara ini.
“Apalagi kegiatan dilaksanakan di Lapangan Banteng yang memiliki historis. Kami berharap masyarakat bisa hadir meramaikan,” katanya.
Ajakan itu sekaligus menutup penjelasannya. Sepertinya, meski skalanya mungkin sedikit berbeda, semangat kebersamaan dalam balutan tradisi tetap menjadi jiwa utama perhelatan ini.
Artikel Terkait
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita