"Kalau bisnis plan-nya ternyata bermasalah, ada penipuan di sana, ya tentu itu jadi objek pemeriksaan kami," tambahnya.
Materi yang digali cukup detail. Mulai dari kontrak kerja, besaran honor, sampai sejauh mana pemahaman mereka tentang mekanisme bisnis DSI. Semua itu terjadi dalam periode mereka menjadi wajah perusahaan, yakni dari 2022 hingga 2025.
"Pokoknya, bagaimana mereka memahami bisnis plan DSI untuk kemudian disampaikan ke publik, itu yang kami telusuri," pungkas perwira tinggi yang pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat ini.
Kini, bola ada di pengadilan penyidik. Mereka punya bahan untuk dianalisis lebih lanjut. Sementara itu, publik masih menunggu, apakah gelombang pemeriksaan akan merambah ke nama-nama lain.
Artikel Terkait
Investor Jalan Tol Lebih Hati-hati, Fokus pada Pembagian Risiko
Kuota Puncak Monas Habis, Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Saat Libur Panjang
BMKG Catat 422 Gempa Susulan Usai Guncangan M5,4 di Bitung
Apindo Soroti Ancaman Kelangkaan Bahan Baku Impor Akibat Konflik Timur Tengah