Bahkan jet tempur siluman pun tak luput. Sebuah F-35 Lightning II mengalami kerusakan parah setelah terkena tembakan dan terpaksa mendarat darurat. Perbaikannya diperkirakan menelan biaya 100 juta dolar.
Tak kalah parah, sistem pertahanan rudal AS juga jadi sasaran. Komponen radar AN/TPY-2 dari sistem THAAD rusak di beberapa lokasi, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kerugiannya luar biasa, ditaksir mencapai 2 miliar dolar.
Radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, juga rusak akibat serangan rudal. Nilainya sekitar 1,1 miliar dolar.
Radar yang lebih kecil seperti AN/MPQ-64 Sentinel dan Saab Giraffe 1X pun tak luput. Yang terakhir bahkan hancur di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad. Kerugian dari kedua radar ini sekitar 7 juta dolar.
Iran juga menyerang fasilitas komunikasi Angkatan Laut AS di Bahrain, menghancurkan Terminal Komunikasi Satelit AN/GSC-52B senilai 20 juta dolar.
Belum lagi, citra satelit menunjukkan tiga kubah radar hancur di Kamp Arifjan, Kuwait, menambah kerugian sekitar 30 juta dolar.
Kalau dijumlahkan, angka totalnya sungguh mencengangkan. Laporan Anadolu memperkirakan kerugian AS dalam bulan pertama konflik ini mencapai 4,83 miliar dolar AS. Sebuah angka yang dengan jelas menggambarkan betapa efektifnya serangan-serangan Iran ini dalam menggerogoti aset strategis Washington di kawasan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Selidiki Insiden Kejar-kejaran dan Senggolan Mobil di Tol Pelabuhan
Angin Kencang di Bandung Picu Penghentian Sementara Kereta Cepat Whoosh
Pemprov DKI Akui Validasi Pengaduan JAKI Pakai Foto AI, Kelurahan Ditegur
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin