Presiden Prabowo Subianto dikabarkan langsung memberi arahan untuk menangani sebuah laporan yang cukup mencengangkan dari Papua. Masalahnya tentang pendidikan, atau lebih tepatnya, ratusan ribu anak yang disebut-sebut belum pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.
Velix Wanggai, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP), yang mengungkap angka itu. Menurutnya, ada sekitar 700 ribu anak di tanah Papua yang belum menempuh pendidikan formal. Angka yang sungguh tak main-main.
"Arahan beliau [Prabowo] langsung untuk penanganan 700-an ribu anak-anak yang belum bersekolah di Papua,"
ujar Velix usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa lalu.
Velix menambahkan, persoalan ini dianggap sangat krusial. Pengembangan sumber daya manusia jadi fokus utama, dan program-program seperti sekolah rakyat diharapkan bisa menjawab tantangan ini.
"Ini menjadi penting sekali dalam pengembangan sumber daya manusia, berbagai program-program dari Bapak Presiden ini akan menyentuh langsung aspek pendidikan, tentang sekolah rakyat,"
lanjutnya.
Namun begitu, dari sisi pemerintah, ada langkah hati-hati yang diambil. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa laporan mengenai 700 ribu anak itu bersumber dari Bupati Manokwari, Hermus Indou. Sebelum bertindak lebih jauh, data tersebut akan diverifikasi ulang.
Artikel Terkait
Dari Lintasan Balap ke Lapangan Hijau: Nadia, Bocah 12 Tahun yang Jadi Mesin Gol
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus