Tak ketinggalan, radar peringatan dini AN/FPS-132 senilai 1,1 miliar dolar di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, juga rusak akibat rudal Iran pada akhir Februari. Otoritas Qatar sendiri sudah mengonfirmasi kerusakan tersebut.
Serangan yang sama juga menghancurkan helikopter Black Hawk lain di Irak, plus sebuah radar AN/MPQ-64 Sentinel senilai 5 juta dolar yang dihancurkan drone FPV.
Iran bahkan menyerang jantung komando AS di kawasan. Markas Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, diserang, menghancurkan dua terminal komunikasi satelit dan beberapa bangunan besar. Intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal itu sebagai sistem AN/GSC-52B, dengan total kerugian termasuk biaya pemasangan sekitar 20 juta dolar.
Analisis citra satelit dari The New York Times juga mengungkap kerusakan di Kamp Arifjan, Kuwait. Tiga kubah radar hancur di sana, menambah beban kerugian sekitar 30 juta dolar.
Dan pada pertengahan Maret, serangan drone Iran di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad berhasil melumpuhkan sistem radar Saab Giraffe 1X. Radar seharga 2 juta dolar itu punya peran krusial untuk pertahanan udara jarak dekat. Sekarang, fungsinya hilang.
Jika semua dijumlah, angkanya memang mencengangkan: 4,83 miliar dolar AS. Sebuah tagihan mahal untuk satu bulan pertempuran, yang menunjukkan betapa konflik ini menghabiskan sumber daya dengan laju yang luar biasa cepat. Dan ini baru hitungan materi.
Artikel Terkait
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen
Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan
Program Motis Lebaran 2026 Lampaui Target, Angkut Lebih dari 12.400 Sepeda Motor