Oknum TNI-Polri Diamankan Usai Keroyok Brutal di Kafe Rantepao

- Jumat, 03 April 2026 | 10:00 WIB
Oknum TNI-Polri Diamankan Usai Keroyok Brutal di Kafe Rantepao

Video yang beredar luas di media sosial benar-benar menggemparkan. Rekamannya menunjukkan aksi pengeroyokan brutal di sebuah kafe di Rantepao, Toraja Utara. Suasana malam yang seharusnya biasa, berubah jadi ricuh.

Peristiwanya sendiri terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026. Di Kafe Valery itu, awalnya semua tampak normal. Lalu, menurut sejumlah saksi, ketegangan mulai muncul. Bermula dari permintaan minuman dari meja pengunjung oleh seorang oknum. Permintaan itu diabaikan, dan situasi pun memanas dengan cepat.

Tak butuh waktu lama, seorang pria yang ada di lokasi langsung diserang. Ia dikeroyok beberapa orang bertubuh besar. Pukulan bertubi-tubi menghujaninya. Mereka tak cuma pakai tangan kosong. Kursi dan meja di sekitar jadi alat pemukul, menambah kekejaman adegan yang terekam kamera itu.

Yang lebih memilukan, seorang perempuan yang berusaha melerai justru ikut menjadi korban. Ia terlihat terkena pukulan saat mencoba menenangkan situasi. Upayanya menghentikan kekerasan malah berbalas sakit.

Di tengah keributan, tampak seorang pria yang diduga anggota kepolisian. Namun begitu, sampai sekarang belum jelas posisinya. Apakah dia terlibat, atau justru berusaha melerai? Itu masih jadi pertanyaan.

Akibatnya parah. Dua korban mengalami luka serius dan harus dirawat intensif di RS Elim Rantepao. Tapi di luar luka fisik, kejadian ini meninggalkan luka kepercayaan yang lebih dalam. Pasalnya, dugaan kuat mengarah pada keterlibatan aparat.

Informasi yang berkembang menyebut pelaku adalah oknum TNI dan Polri. Ada tujuh orang yang disebut-sebut terlibat. Rinciannya, lima dari Kodim 1414 Tana Toraja dan dua lagi dari Polres Toraja Utara.

Menanggapi hal ini, Komandan Kodim setempat, Letkol Inf Armal, mengakuinya. Ia membenarkan telah menerima laporan dan mengambil langkah.

“Anggota yang terlibat telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (3/4).

Armal menambahkan, lima personelnya sedang diperiksa. Penindakan tegas, janjinya, akan mengikuti hasil pemeriksaan itu.

Di sisi lain, kepolisian juga tak tinggal diam. Mereka memastikan proses hukum berjalan. Anggota Polri yang diduga terlibat telah diamankan dan diperiksa oleh Propam. Aparat gabungan masih bekerja untuk mengusut tuntas kasus ini mengungkap kronologi, motif, dan peran setiap pihak dalam insiden yang menyedot perhatian publik ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar