SEOUL Di tengah ketegangan yang terus memanas di Teluk, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan penolakannya yang tegas terhadap penggunaan kekuatan militer untuk membuka Selat Hormuz. Saat berkunjung ke Korea Selatan, Kamis lalu, ia justru menekankan bahwa jalan satu-satunya adalah dengan berunding langsung dengan Iran. Pendekatan ini jelas berseberangan dengan seruan Presiden AS Donald Trump yang mendorong intervensi militer.
“Yang kami sampaikan sejak awal adalah selat ini harus dibuka kembali,” ujar Macron.
Alasannya jelas: selat itu merupakan urat nadi strategis untuk pasokan energi, pupuk, dan perdagangan global. “Tapi itu hanya bisa dilakukan dengan berkonsultasi dengan Iran,” tegasnya.
Menurut sejumlah saksi, nada suaranya terdengar lugas dan tanpa keraguan.
Macron tak tanggung-tanggung menyebut opsi militer sebagai langkah yang tidak realistis dan penuh risiko. Bayangkan saja, operasi semacam itu akan memakan waktu sangat lama. Lebih dari itu, setiap kapal yang melintas akan jadi sasaran empuk, berhadapan langsung dengan ancaman Garda Revolusi Iran dan rudal balistik mereka. Situasinya bisa berubah jadi mimpi buruk bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal
Pemerintah Kirim 100 Ton Makanan Lokal ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji