Tahun Baru 2026, Prabowo Nyanyikan Tanah Airku Bersama Pengungsi Batang Toru

- Kamis, 01 Januari 2026 | 01:42 WIB
Tahun Baru 2026, Prabowo Nyanyikan Tanah Airku Bersama Pengungsi Batang Toru

Malam pergantian tahun biasanya dirayakan dengan pesta kembang api dan sorak-sorai. Tapi malam tahun baru 2026 itu, Presiden Prabowo Subianto memilih tempat yang sama sekali berbeda: sebuah pengungsian di Desa Batu Hula, Batang Toru. Di tengah tenda-tenda dan wajah-wajah yang masih lelah, ia merayakannya bersama warga yang terdampak bencana.

Suasana haru pun berbaur dengan harapan. Menjelang detik-detik pergantian tahun, Prabowo tiba-tiba mengajak semua orang bernyanyi. Ia mengusulkan sebuah lagu yang sangat familiar di telinga setiap orang Indonesia.

"Oke kita 3 menit lagi nih. Bagaimana coba kalau kita bersama-sama kita nyanyi Tanah Air kita ya," ujar Prabowo, Rabu malam itu.

Spontan, ia meminta Rajif Sutirto, Wakil Sekretaris Pribadinya, untuk memimpin. Suara yang awalnya timbul-tenggelam, lambat laun menguat. Para pengungsi, yang mungkin masih tertekan, ikut menyanyikan lagu "Tanah Airku" dengan lirih.

Di sisi Prabowo, sederet menteri juga ikut serta. Ada Agus Harimurti Yudhoyono, Prasetyo Hadi, Sugiono, hingga Tito Karnavian. Mereka semua berdiri, menyanyikan lagu kebangsaan itu dengan khidmat di bawah langit Tapanuli Selatan.

Rupanya, satu lagu belum cukup. Usai "Tanah Airku", alunan "Rayuan Pulau Kelapa" langsung menyusul. Suasana pun terasa lebih hangat. Prabowo sendiri tampak larut dalam momen itu. Ia menyalami dan memeluk beberapa anak kecil yang ada di dekatnya, sambil terus menyanyi.

Lalu, tepat saat jarum jam menunjuk pukul 00.00, suasana riuh rendah dengan ucapan selamat tahun baru. Dari tengah-tengah pengungsi itulah, Presiden menyampaikan harapannya.

"Sudah masuk selamat tahun baru tahun 2026. Semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua," tuturnya.

Malam itu, di pengungsian Batu Hula, tahun baru dirayakan bukan dengan kemewahan. Tapi dengan kebersamaan, keprihatinan, dan secuil lagu yang menyatukan semua rasa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar