Di sisi lain, pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas dorongan Trump yang meminta sekutu NATO, termasuk Prancis, untuk mengerahkan kapal perang. Beberapa pihak memang mendukung pembebasan paksa selat itu lewat operasi militer sebuah sikap yang, meski bervariasi, kerap diungkapkan oleh Amerika Serikat.
Namun begitu, Prancis punya pendirian berbeda.
“Kami tidak pernah mendukung opsi militer tersebut,” kata Macron. Baginya, ide itu sama sekali tidak masuk akal. Stabilitas di kawasan yang sudah seperti bom waktu ini, menurutnya, cuma punya satu jalan keluar: diplomasi. Bukan senjata.
Nada editorialnya jelas: Macron memilih meja perundingan, bukan konfrontasi. Di panggung internasional yang sedang panas ini, pilihannya itu ibarat mengajak semua pihak untuk menarik napas sejenak dan berpikir ulang.
Artikel Terkait
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal
Pemerintah Kirim 100 Ton Makanan Lokal ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji